Senin, 05 November 2018

Keindahan Wisata Alam di Green Canyon


Related image

Green Canyon atau yang dikenal dengan sebutan Cukang Taneuh yang artinya Jembatan Tanah, berada di Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang,  Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat yang dipopulerkan oleh seorang warga asal Perancis pada tahun 1993. Di sekitar obyek wisata ini terdapat obyek wisata Batukaras serta Lapangan Terbang Nusawiru.

Jika posisi keberangkatan dari Jakarta, jalur yang terbaik menggunakan mobil adalah melewati jalur Bandung menuju Tasikmalaya. Dari Tasik, ada dua jalur yang bisa ditempuh, yaitu melalui jalur timur melewati Kota Tasik, Ciamis, Kota Banjar, Pangandaran, Parigi lalu Cijulang. Jalur ini memiliki jarak kurang lebih 170 km. Jalur kedua adalah jalur selatan melewati Kota Tasik, Cipatujah, Cikalong, Cimanuk lalu Cijulang, dengan jarak kurang lebih 60 km.

Objek wisata yang mengagumkan ini, sebenarnya merupakan aliran dari sungai Cijulang yang melintas menembus sebuah gua yang penuh dengan keindahan pesona stalaktif dan stalakmitnya. Selain itu, daerah ini juga diapit oleh dua bukit, juga dengan banyaknya bebatuan dan rerimbunan pepohonan. Semuanya itu membentuk seperti suatu lukisan alam yang begitu unik dan begitu menantang untuk dijelajahi.

Untuk mencapai lokasi ini wisatawan harus berangkat dari dermaga Ciseureuh. Kemudian melanjutkan perjalanan dengan menggunakan perahu tempel atau kayuh yang banyak tersedia di sana. Jarak antara dermaga dengan lokasi Green Canyon sekitar 3km, yang bisa ditempuh dalam waktu 30-45 menit. Sepanjang perjalanan kita akan melewati sungai dengan air berwarna hijau tosca dan dari sinilah nama Green Canyon berasal.
Image result for green canyon


Begitu terlihat jeram dengan alur yang sempit yang sulit dilewati oleh perahu berarti sudah sampai di mulut Green Canyon, dimana airnya sangat jernih berwarna kebiru-biruan. Disinilah awal pertualangan menjelajah keindahan objek wisata ini dimulai. Dari sini wisatawan dapat melanjutkan perjalanan ke atas dengan berenang atau merayap di tepi batu. Disediakan ban dan pelampung bagi yang memilih untuk berenang. Meski harus menempuh cara seperti ini, perjalanan dijamin sepenuhnya aman. Bahkan untuk anak-anak 6 tahun ke atas cukup aman untuk menyusuri aliran sungai dengan menggunakan ban dan dipandu oleh pemilik perahu yang disewa.

Perjalanan akan terus berada dalam cekungan dinding terjal di kanan
dan kiri aliran sungai. Dinding-dinding tersebut menyajikan keindahan tersendiri, yang paling unik adalah yang berbentuk menyerupai sebuah gua yang atapnya sudah runtuh. Selain itu, di bagian atas akan terlihat stalaktit-stalaktit yang masih dialiri tetesan air tanah. Setelah beberapa ratus meter berenang, akan terlihat beberapa air terjun kecil di bagian kiri dan kanan yang begitu menawan. Jika dilanjutkan sampai titik terakhir perjalanan, maka terlihat  gua yang dihuni oleh banyak kelelawar.

Alur aliran sungai ini cukup panjang, sehingga pengunjung dapat berenang sepuas-puasnya sambil mengikuti arus dari air terjun. Selain pemandangan indah di atas permukaan air, Green Canyon akan menjadi surga tersendiri bagi yang gemar dengan kegiatan menyelam. Hanya membawa beberapa alat penyelaman, pemandangan menakjubkan dari cekungan-cekungan didalam air, siap untuk ditelusuri dan dinikmati, lengkap dengan keanekaragaman ikan-ikan yang berada didasar lubuk. Bagi yang ingin melakukan kegiatan yang menantang adrenalin, dapat meloncat dari sebuah batu besar dengan ketinggian 5m ke dasar lubuk yang dalam.

Related image

Bagi yang ingin menikmati keindahan objek wisata Green Canyon harus paham dengan musim-musimnya. Karena saat terbaik untuk bisa menikmati keindahaan objek wisata ini adalah beberapa saat setelah masuk musim kemarau. Karena jika pada musim hujan, dikhawatirkan dengan arus sungai dan warna airnya pun akan menjadi coklat.

Sebelum Anda memutuskan untuk ke Green Canyon, sebaiknya menyiapkan uang tunai yang cukup, karena tidak tersedia bank atau ATM terdekat. Untuk ATM, tempat penginapan dan fasilitas akomodasi yang lengkap dapat ditemui didaerah Pangandaran.

Untuk akses berperahu, disana tersedia armada perahu yang cukup banyak. Ada sekitar 100 unit perahu yang dapat mengantarkan Anda untuk menelusuri objek wisata ini. Pada setiap perahu akan dilengkapi
dengan pelampung dan 2 orang penduduk asli sebagai pemandu untuk memandu Anda selama perjalanan. Biaya yang diperlukan untuk satu perahu Rp. 130.000-150.000/6 orang.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar